PERUQYAH JANGAN SAMPAI SEPERTI DUKUN

0




Dukun suka menipu dan berbohong itu sudah biasa dan umum.

Ada juga peruqyah syirik mengatakan ente kena jin nasab, kena jin turunan, kena jin penghalang jodoh, kena jin kiriman, ada buhul nya di perut, kena ini kena itu ,,,,

Dari mana ente tahu ....?

Ada lagi ruqyah syirik yang suka membuka aib dan menyebarkan serta mengupload vidio di tonton ribuan orang,,,,,



Sudah kah ente nanti mempertanggung jawabkan di akhir nanti ,,,?


FIRASAT TERMASUK KAROMAH

0






Firasat secara bahasa meneliti dan mengorek berita, sementara firasat menurut istilah syar'i  adalah kemampuan untuk memeberi kabar berita tentang suatu perkara ataw  peristiwa yang akan terjadi yang diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang di kehendaki dari kalangan wali-wali-NYA dan hamba-hamba-NYA yang terpilih. [ 42]

Seorang hamba Allah tidak mungkin memiliki firasat yang tajam dan tidak pernah meleset kecuali setelah menghiasi diria dengan berbagai macam amal shaleh dan menghindari dari segala yang haram dan syub sebagaimana yang telah di tegaskan Imam Syah Al-Kar ; '' Barang siapa yang menundukkan matanya dari setiap yang diharamkan , menahan dirinya dari setiap yang syubhat, memakmurkan batinnya dengan terus menerus muraqabah, zahirnya dengan mengikuti As-Sunnah, dan membiasakan diri untuk memakan yang halal maka tidak pernah meleset firasatnya. [43]

Dengan demikian , sesungguhnya firasat termasuk bagian dari karomah yang diberikan Allah kepada hamba-hambanya-NYA sebagai bentuk karunia dan nikmat, namun firasat secara umum terbagi menjadi tiga macam ;

Pertama; Firasat Imaniyah.
Muaranya berasal dari cahaya Allah yang dilepas ke dalam hati hamba-Nya, yang pada hakikatnya merupakan '' Khatir '' yang mengalir ke hati lalu merangsak ke dalamnya seperti seekor singa yang menerkam mangsanya. Dari situlah makna firasat diambil. Dan firasat semacam ini tergantung kuatnya keimanan. Sehingga semakin kuat iman seseorang, maka akan semakin tajam firasatnya. Abu Sulaiman Ad-Darani menyatakan ; Firasat merupakan penyingkapan tabir jiwa dan penampakan suatu perkara ghaib. 5Dan demikian itu termasuk jenjang-jenjang keimanan.''

Kedua Firasat Riyaddiyah.
Muaranya berasal dan tercipta dari proses melaparkan diri begadang dan berkhalwat. Sesungguhnya bila jiwa mampu menahan diri berbagi macam belenggu dan tantangan hidup, ia akan memiliki firasat dan kasyaf [ tersingkapnya tabir jiwa ] se dengan besarnya kemampuan diri dalam menahan belenggu tersebut. Dan firasat ini bisa dimiliki orang mukmin maupun orang kafir. Tidak menunjukkan keimanan dan kewalseorang hamba. Tidak akan mampu menyingkap kebaikan yang bermanfaat dan tidak bisa menunjukkan kepada jalan yang lurus. Bahkan kasyaf seperti sama yang dimiliki oleh para pentakwil mimipi, para dukun, para tabib, kikun, ustadun dan semisal dengan mereka.

Ketiga ; Firasat al-Khalqiyyah.
Firasat ini banyak digunakan oleh para dokter dan yang lainnya untuk menganalisa sesuatu. Mereka menjadikan bentuk fisik untuk menganalisa [psikologis]. Karena keduanya memiliki keterkaitan yang sudah menjadi hikmah sunnahtullah seperti bentuk kepala yang lebih kecil dari ukuran yang wajar, digunakan untuk menganalisa bahwa akalnya juga kecil, demikian juga sebaliknya, Lebarnya bidang dada menunjukkan lapangnya akhlak, demikian  juga sebaliknya, Pandangan mata yang sayu dan sorot mata yang lemah, menunjukkan prilaku yang apatis dan kurang sensitif, Dan lain sebagainya, [44]

Wajib bagi seorang wali berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah karena tidak ada seorangpun di antara para wali Allah ketika mendapat firasat dalam hatinya yang tidak perlu mencocokkan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. dan demikian itu di sepakati oleh para wali Allah. Barang siapa yang menyelisihi mereka dalam hal ini maka mereka bukan termasuk wali Allah, bahkan mungkin seorang ngaku wali , ngaku Nabi, ataw orang orang biasa / awam  mengaku wali, [45]

Semoga kita selalu bisa bermuhasabah dengan kesalahan yang kita lakukan sehingga kita terus menerus minta ampun dan bertaubat kepada Allah,

----------------------------------------------------------------

42 ; Farasatul Mukmin, Ibrahim Al-Hazimi, hal 9
43; Ad-Da'wad ; Ibnu Qoyyim, hal 276
44; Tahdzib Syarah Thahawiyah, Abdul Akhir , hal 389-390
45; Tafsir Adhawaul Bayan ,Syinqithi 4/159

TEH RUQYAH

0
\


oleh ; Subur Diaul Haq

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (١٠٢) وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (١٠٣

Ibnu Katsir dalam huraiannya apabila menafsirkan Surah Al Baqarah Ayat 102 berkaitan Syaitan yang memfitnah Nabi Allah Sulaiman bahawa baginda menggunakan Sihir bukan Mukjizat meriwayatkan bahwa yang paling bermanfaat dalam menghilangkan pengaruh sihir adalah dengan menggunakan apa yang diturunkan Allah s.w.t. kepada RasulNya untuk menghilangkan hal itu yaitu membaca al-muawwidzatian (al-Falaq dan an-Nas) dan Ayat Kursi kerana ayat-ayat itu dapat mengusir syaitan.:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
(QS. Al Isra’: 82)

Tentang pohon bidara
“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri.” {Q.S. al Waqi’ah (56): 27-28}

KOMPOSISI TEH RUQYAH HERBAL QHI

Ini terbuat dari ramuan di ambil sebagian besar dari Al Qur’an Yang sudah di ruqyah dengan surat Al Baqarah full, Surat Al Kahfi full, Surat Wakiah full serta ayat-ayat syifa lainya.

1.Daun Bidara
2.Daun Kelor
3.Zaitun
4.Buah Tin
5.Madu
6.Air Hujan
7.Air Zam-Zam

INSYA ALLAH BISA MENGOBATI

Gangguan fisik maupun psikis, Gangguan sihir, Gangguan jin Kesurupan, Keputihan, Jantung,
Kurang Nafsu makan, Epilepsi, Histeri, Sariawan, Sulit buang air kecil, Badan lemah,
Sakit kuning, Rematik, Biduran dan alergi.

Kolesterol Tinggi, Diabetes Mellitus, Pegel linu, Anti-mikroba, Anti oksidan, Melindungi kerusakan
DNA, Melindungi kulit, infeksi, Rematik,

Menurunkan berat badan, Hepertensi, Anti bakteri, Anti inflamasi (anti radang), Nyeri, Virus Ebstein Barr (EBV), Virus herpes simplek (HSV-1), HIV/AIDS, Cacingan, Bronchitis, Gangguan hati, Anti tumor, Demam, Kanker prostat, Kanker kulit, Anemia, Tiroid, Gangguan saraf, Hepatitis, Sakit kepala, Kolik di saluran pencernaan, Luka bernanah, Sumber nutrisi (protein dan mineral), Tonik, Menurunkan kolestrol jahat, Sakit kuning, Rabun ayam dan sakit mata.DLL

CARA PAKAI
Baca Bismillahirrahmanirrahim
Pakai tangan kanan
Seduh seperti teh biasa
Bisa pakai gula atau tidak
3 x sehari
Bisa buat mandi
Bisa buat lulur
Selesai Alhamdulillah

EFEK DETOK KHUSUS GANGGUAN JIN DAN SIHIR

muntah muntah pusing
mual mual
ada sesuatu yang berjalan di dalam tubuh dll

Semoga diberi kesembuhan yang sempurna
Sehingga tidak sakit lagi
AAMIIN
========================


TERAPI MENGHILANGKAN PENGARUH SUSUK

0






Susuk dipasang sesuai kehendak pasien, tergantung pada bagian mana dia ingin orang lain terpikat begitu melihatnya. Ada pula yang dipasang di mata, dagu, pipi atau yang lain. Konon setelah dipasang susuk akan nampak  ‘aura’ kecantikannya atau bisa menyulap yang biasa menjadi tampak luar biasa.

Pada zaman Nabi, sesuatu yang sejenis dengan susah telah dikenal dengan sebutan ‘at-tiwalah‘. Nabi menyatakannya sebagai salah satu dari kesyirikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya jampi, jimat dan ‘tiwalah‘ adalah kesyirikan.” [HR.Ibnu Majah dan Ahmad]

Disebutkan dalam Shahih Ibnu Hibban bahwa para sahabat bertanya kepada Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Abu Abdurrahman, tentang jampi dan jimat kami sudah paham, lalu apa yang disebut dengan ‘at-tiwalah‘?” Beliau menjawab, “Sesuatu (susuk) yang dibuat dan diklaim dapat menjadikan suami cinta kepadanya.”

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)

Adapun masalah susuk, maka saudara  berusaha menghilangkannya dengan cara meruqyah diri sendiri dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, dan dzikir-dzikir pagi dan sore yang ada dalam hadits yang shahih. Jika susuk itu tidak bisa hilang, sedangkan saudara sudah bertaubat dan menyesali perbuatan tersebut, lalu saudara  meninggal, maka saudara  insyaAllah akan meninggal diatas tauhid.
Pertama ; Bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha, adapun syarat syarat bertaubat sebagai berikut ;

1.Hendaknya orang yang ingin bertaubat melepaskan diri dari perbuatan ma'siat , terutama yang terkait dengan maksiat pemakain benda benda keramat, jimat, barang bertuah,dan susuk.

2. Hendaknya dia menyesali seluruh maksiat yang dilakukan.
3.Hendaknya  dia bertekad kuat tidak kembali pada kemaksiatan untuk selamanya. Dan tanda tanda tobat seseorang diterima antara lain ;
- Memiliki perasaan lapang dada , tenang hati dan qona'ah.
- Dimudahkan untuk melaksanakan  ketaatan dan kebaikan.
- Cinta kepada kebenaran dan benci kepada kebatilan.
Kedua ; Meruqyah diri dengan banyak membaca ayat-ayat penangkal sihir dalam bejana berisi air yang sudah di campur dengan tujuh lembar daun bidara yang telah di tumbuk. Kemudian digunakan untuk mandi dan sebagian diminum.
Ketiga ; Memperbanyak membaca surat Al-Baqarah agar pengaruh jin yang masuk bersama susuk hilang dan lenyap.
Keempat ; Meragian meruqyah sambil memegang sebagian tubuh yang dipasang susuk dengan membaca doa-doa ma'tsur berikut ini ;
1. Surat Al-Fatiha ,surat Al-Iklas, surat Al-Falaq, surat Al-Annas, ayat kursi, dan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah [ 285-286]

2. Ruqyah Rasulullah

«اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»


Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah ia karena Engkaulah yang memberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit. [Sahih Bukhari dan Muslim]
3. Jika meruqyah orang lain, maka hendaknya membaca ruqyah jibril ;

«بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ»

"Dengan nama Allah aku merukiahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan semua jiwa atau pandangan yang iri, Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku merukiahmu". [Sahih Muslim]

4.Ruqyah untuk mengobati rasa nyeri atau sakit , dan menghilangkan pengaruh susuk, dengan cara tangan kanan diletakkan pada bagian tubuh yang sakit ataw tempat susuk di taruh, kemudian membaca ;

بِسْمِ اللهِ3kali ] أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ]


Bismillah (3 x)
A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7 x)”
[Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai] (HR. Muslim no. 2202)
Kelima ; Jika ruqyah di atas dilakuakan terus menerus  pengaruh susuk akan hilang atas izin Allah, bahkan bisa keluar dengan sendirinya.

Semoga yang terkena susuk bisa terlepas dari pengaruh susuknya sehingga di beri kesembuhan yang sempurna Aamiin.

BACAAN RUQYAH YANG MUJARAB

0




Semua Dengan Kehendak Allah Ta'ala

 Al-Fatiha 1-7

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ العالَمينَ
  الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
 مالِكِ يَومِ الدّينِ
إِيّاكَ نَعبُدُ وَإِيّاكَ نَستَعينُ
اهدِنَا الصِّراطَ المُستَقيمَ
صِراطَ الَّذينَ أَنعَمتَ عَلَيهِم غَيرِ المَغضوبِ عَلَيهِم وَلَا الضّالّينَ

Al-Baqarah 1-5

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
الم
ذٰلِكَ الكِتابُ لا رَيبَ ۛ فيهِ ۛ هُدًى لِلمُتَّقينَ
الَّذينَ يُؤمِنونَ بِالغَيبِ وَيُقيمونَ الصَّلاةَ وَمِمّا رَزَقناهُم يُنفِقونَ
أُولٰئِكَ عَلىٰ هُدًى مِن رَبِّهِم ۖ وَأُولٰئِكَ هُمُ المُفلِحونَ

Al-Baqarah 102-103

وَاتَّبَعوا ما تَتلُو الشَّياطينُ عَلىٰ مُلكِ سُلَيمانَ ۖ وَما كَفَرَ سُلَيمانُ وَلٰكِنَّ الشَّياطينَ كَفَروا يُعَلِّمونَ النّاسَ السِّحرَ وَما أُنزِلَ عَلَى المَلَكَينِ بِبابِلَ هاروتَ وَماروتَ ۚ وَما يُعَلِّمانِ مِن أَحَدٍ حَتّىٰ يَقولا إِنَّما نَحنُ فِتنَةٌ فَلا تَكفُر ۖ فَيَتَعَلَّمونَ مِنهُما ما يُفَرِّقونَ بِهِ بَينَ المَرءِ وَزَوجِهِ ۚ وَما هُم بِضارّينَ بِهِ مِن أَحَدٍ إِلّا بِإِذنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمونَ ما يَضُرُّهُم وَلا يَنفَعُهُم ۚ وَلَقَد عَلِموا لَمَنِ اشتَراهُ ما لَهُ فِي الآخِرَةِ مِن خَلاقٍ ۚ وَلَبِئسَ ما شَرَوا بِهِ أَنفُسَهُم ۚ لَو كانوا يَعلَمونَ
وَلَو أَنَّهُم آمَنوا وَاتَّقَوا لَمَثوبَةٌ مِن عِندِ اللَّهِ خَيرٌ ۖ لَو كانوا يَعلَمونَ

Al-Baqarah 163-164

وَإِلٰهُكُم إِلٰهٌ واحِدٌ ۖ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ الرَّحمٰنُ الرَّحيمُ
إِنَّ في خَلقِ السَّماواتِ وَالأَرضِ وَاختِلافِ اللَّيلِ وَالنَّهارِ وَالفُلكِ الَّتي تَجري فِي البَحرِ بِما يَنفَعُ النّاسَ وَما أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّماءِ مِن ماءٍ فَأَحيا بِهِ الأَرضَ بَعدَ مَوتِها وَبَثَّ فيها مِن كُلِّ دابَّةٍ وَتَصريفِ الرِّياحِ وَالسَّحابِ المُسَخَّرِ بَينَ السَّماءِ وَالأَرضِ لَآياتٍ لِقَومٍ يَعقِلونَ

Al-Baqarah 225-226

اللَّهُ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ الحَيُّ القَيّومُ ۚ لا تَأخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَومٌ ۚ لَهُ ما فِي السَّماواتِ وَما فِي الأَرضِ ۗ مَن ذَا الَّذي يَشفَعُ عِندَهُ إِلّا بِإِذنِهِ ۚ يَعلَمُ ما بَينَ أَيديهِم وَما خَلفَهُم ۖ وَلا يُحيطونَ بِشَيءٍ مِن عِلمِهِ إِلّا بِما شاءَ ۚ وَسِعَ كُرسِيُّهُ السَّماواتِ وَالأَرضَ ۖ وَلا يَئودُهُ حِفظُهُما ۚ وَهُوَ العَلِيُّ العَظيمُ

لا إِكراهَ فِي الدّينِ ۖ قَد تَبَيَّنَ الرُّشدُ مِنَ الغَيِّ ۚ فَمَن يَكفُر بِالطّاغوتِ وَيُؤمِن بِاللَّهِ فَقَدِ استَمسَكَ بِالعُروَةِ الوُثقىٰ لَا انفِصامَ لَها ۗ وَاللَّهُ سَميعٌ عَليمٌ

Al-Baqarah 285-286

لِلَّهِ ما فِي السَّماواتِ وَما فِي الأَرضِ ۗ وَإِن تُبدوا ما في أَنفُسِكُم أَو تُخفوهُ يُحاسِبكُم بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغفِرُ لِمَن يَشاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ

آمَنَ الرَّسولُ بِما أُنزِلَ إِلَيهِ مِن رَبِّهِ وَالمُؤمِنونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَينَ أَحَدٍ مِن رُسُلِهِ ۚ وَقالوا سَمِعنا وَأَطَعنا ۖ غُفرانَكَ رَبَّنا وَإِلَيكَ المَصيرُ

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفسًا إِلّا وُسعَها ۚ لَها ما كَسَبَت وَعَلَيها مَا اكتَسَبَت ۗ رَبَّنا لا تُؤاخِذنا إِن نَسينا أَو أَخطَأنا ۚ رَبَّنا وَلا تَحمِل عَلَينا إِصرًا كَما حَمَلتَهُ عَلَى الَّذينَ مِن قَبلِنا ۚ رَبَّنا وَلا تُحَمِّلنا ما لا طاقَةَ لَنا بِهِ ۖ وَاعفُ عَنّا وَاغفِر لَنا وَارحَمنا ۚ أَنتَ مَولانا فَانصُرنا عَلَى القَومِ الكافِرينَ

Ali-Imran 18-19

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ وَالمَلائِكَةُ وَأُولُو العِلمِ قائِمًا بِالقِسطِ ۚ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ العَزيزُ الحَكيمُ

Al-A'raaf 54-56

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذي خَلَقَ السَّماواتِ وَالأَرضَ في سِتَّةِ أَيّامٍ ثُمَّ استَوىٰ عَلَى العَرشِ يُغشِي اللَّيلَ النَّهارَ يَطلُبُهُ حَثيثًا وَالشَّمسَ وَالقَمَرَ وَالنُّجومَ مُسَخَّراتٍ بِأَمرِهِ ۗ أَلا لَهُ الخَلقُ وَالأَمرُ ۗ تَبارَكَ اللَّهُ رَبُّ العالَمينَ

ادعوا رَبَّكُم تَضَرُّعًا وَخُفيَةً ۚ إِنَّهُ لا يُحِبُّ المُعتَدينَ

وَلا تُفسِدوا فِي الأَرضِ بَعدَ إِصلاحِها وَادعوهُ خَوفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحمَتَ اللَّهِ قَريبٌ مِنَ المُحسِنينَ

Al-A'raaf 117-122

 وَأَوحَينا إِلىٰ موسىٰ أَن أَلقِ عَصاكَ ۖ فَإِذا هِيَ تَلقَفُ ما 
يَأفِكونَ
فَوَقَعَ الحَقُّ وَبَطَلَ ما كانوا يَعمَلونَ
فَغُلِبوا هُنالِكَ وَانقَلَبوا صاغِرينَ
وَأُلقِيَ السَّحَرَةُ ساجِدينَ
قالوا آمَنّا بِرَبِّ العالَمينَ
رَبِّ موسىٰ وَهارونَ

Yunus 81-82

فَلَمّا أَلقَوا قالَ موسىٰ ما جِئتُم بِهِ السِّحرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لا يُصلِحُ عَمَلَ المُفسِدينَ
وَيُحِقُّ اللَّهُ الحَقَّ بِكَلِماتِهِ وَلَو كَرِهَ المُجرِمونَ

thaha 69

وَأَلقِ ما في يَمينِكَ تَلقَف ما صَنَعوا ۖ إِنَّما صَنَعوا كَيدُ ساحِرٍ ۖ وَلا يُفلِحُ السّاحِرُ حَيثُ أَتىٰ

Al-Mukminun 115-118

أَفَحَسِبتُم أَنَّما خَلَقناكُم عَبَثًا وَأَنَّكُم إِلَينا لا تُرجَعونَ
فَتَعالَى اللَّهُ المَلِكُ الحَقُّ ۖ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ رَبُّ العَرشِ الكَريمِ
وَمَن يَدعُ مَعَ اللَّهِ إِلٰهًا آخَرَ لا بُرهانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّما حِسابُهُ عِندَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لا يُفلِحُ الكافِرونَ
وَقُل رَبِّ اغفِر وَارحَم وَأَنتَ خَيرُ الرّاحِمينَ

Ash-Shafaat 1-11

وَالصّافّاتِ صَفًّا
فَالزّاجِراتِ زَجرًا
فَالتّالِياتِ ذِكرًا
إِنَّ إِلٰهَكُم لَواحِدٌ
رَبُّ السَّماواتِ وَالأَرضِ وَما بَينَهُما وَرَبُّ المَشارِقِ
إِنّا زَيَّنَّا السَّماءَ الدُّنيا بِزينَةٍ الكَواكِبِ
وَحِفظًا مِن كُلِّ شَيطانٍ مارِدٍ
لا يَسَّمَّعونَ إِلَى المَلَإِ الأَعلىٰ وَيُقذَفونَ مِن كُلِّ جانِبٍ
دُحورًا ۖ وَلَهُم عَذابٌ واصِبٌ
إِلّا مَن خَطِفَ الخَطفَةَ فَأَتبَعَهُ شِهابٌ ثاقِبٌ
فَاستَفتِهِم أَهُم أَشَدُّ خَلقًا أَم مَن خَلَقنا ۚ إِنّا خَلَقناهُم مِن طينٍ لازِبٍ

Al-Ahqaaf 29-32

وَإِذ صَرَفنا إِلَيكَ نَفَرًا مِنَ الجِنِّ يَستَمِعونَ القُرآنَ فَلَمّا حَضَروهُ قالوا أَنصِتوا ۖ فَلَمّا قُضِيَ وَلَّوا إِلىٰ قَومِهِم مُنذِرينَ
قالوا يا قَومَنا إِنّا سَمِعنا كِتابًا أُنزِلَ مِن بَعدِ موسىٰ مُصَدِّقًا لِما بَينَ يَدَيهِ يَهدي إِلَى الحَقِّ وَإِلىٰ طَريقٍ مُستَقيمٍ
يا قَومَنا أَجيبوا داعِيَ اللَّهِ وَآمِنوا بِهِ يَغفِر لَكُم مِن ذُنوبِكُم وَيُجِركُم مِن عَذابٍ أَليمٍ
وَمَن لا يُجِب داعِيَ اللَّهِ فَلَيسَ بِمُعجِزٍ فِي الأَرضِ وَلَيسَ لَهُ مِن دونِهِ أَولِياءُ
أُولٰئِكَ في ضَلالٍ مُبينٍ

Ar-Rahman 33-36

يا مَعشَرَ الجِنِّ وَالإِنسِ إِنِ استَطَعتُم أَن تَنفُذوا مِن أَقطارِ السَّماواتِ وَالأَرضِ فَانفُذوا ۚ لا تَنفُذونَ إِلّا بِسُلطانٍ
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُما تُكَذِّبانِ
يُرسَلُ عَلَيكُما شُواظٌ مِن نارٍ وَنُحاسٌ فَلا تَنتَصِرانِ
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُما تُكَذِّبانِ

Al-Hasyr 21-24

لَو أَنزَلنا هٰذَا القُرآنَ عَلىٰ جَبَلٍ لَرَأَيتَهُ خاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِن خَشيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلكَ الأَمثالُ نَضرِبُها لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَفَكَّرونَ
هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ ۖ عالِمُ الغَيبِ وَالشَّهادَةِ ۖ هُوَ الرَّحمٰنُ الرَّحيمُ
هُوَ اللَّهُ الَّذي لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ المَلِكُ القُدّوسُ السَّلامُ المُؤمِنُ المُهَيمِنُ العَزيزُ الجَبّارُ المُتَكَبِّرُ ۚ سُبحانَ اللَّهِ عَمّا يُشرِكونَ
هُوَ اللَّهُ الخالِقُ البارِئُ المُصَوِّرُ ۖ لَهُ الأَسماءُ الحُسنىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ ما فِي السَّماواتِ وَالأَرضِ ۖ وَهُوَ العَزيزُ الحَكيمُ

Al-Jin 1-9

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
قُل أوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ استَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الجِنِّ فَقالوا إِنّا سَمِعنا قُرآنًا عَجَبًا
يَهدي إِلَى الرُّشدِ فَآمَنّا بِهِ ۖ وَلَن نُشرِكَ بِرَبِّنا أَحَدًا
وَأَنَّهُ تَعالىٰ جَدُّ رَبِّنا مَا اتَّخَذَ صاحِبَةً وَلا وَلَدًا
وَأَنَّهُ كانَ يَقولُ سَفيهُنا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا
وَأَنّا ظَنَنّا أَن لَن تَقولَ الإِنسُ وَالجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
وَأَنَّهُ كانَ رِجالٌ مِنَ الإِنسِ يَعوذونَ بِرِجالٍ مِنَ الجِنِّ فَزادوهُم رَهَقًا
وَأَنَّهُم ظَنّوا كَما ظَنَنتُم أَن لَن يَبعَثَ اللَّهُ أَحَدًا
وَأَنّا لَمَسنَا السَّماءَ فَوَجَدناها مُلِئَت حَرَسًا شَديدًا وَشُهُبًا
وَأَنّا كُنّا نَقعُدُ مِنها مَقاعِدَ لِلسَّمعِ ۖ فَمَن يَستَمِعِ الآنَ يَجِد لَهُ شِهابًا رَصَدًا

Al-Ikhlas 1-4

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
قُل هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَم يَلِد وَلَم يولَد
وَلَم يَكُن لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Al-falaq 1-5

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
قُل أَعوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ
مِن شَرِّ ما خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غاسِقٍ إِذا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفّاثاتِ فِي العُقَدِ
وَمِن شَرِّ حاسِدٍ إِذا حَسَدَ

An-Naas 1-6

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
قُل أَعوذُ بِرَبِّ النّاسِ
مَلِكِ النّاسِ
إِلٰهِ النّاسِ
مِن شَرِّ الوَسواسِ الخَنّاسِ
الَّذي يُوَسوِسُ في صُدورِ النّاسِ

مِنَ الجِنَّةِ وَالنّاسِ