Kamis, 07 Februari 2013

REAKSI KERAS SAAT DI RUQYAH




http://www.quranic-healing.blogspot.com/


FENOMENA REAKSI KERAS KETIKA DIPERDENGARKAN AYAT-AYAT RUQYAH SUDAH DIKISAHKAN DARI HADITS RASULULLAH

Dari Ibnu Abbas bahwa wanita datang membawa anaknya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata ”Wahai rasul, ia terkena penyakir gila”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memantrainya (meruqyah) dan mengusap dadanya, lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya seperti binatang kecil lalu bergerak.

Hadits diatas mengisahkan seorang anak yang bereaksi keras muntah-muntah ketika diruqyah oleh Rasulullah dan mengeluarkan suatu makhluk hidup ketika muntah.

Maka, para ulama dan para peruqyah syar’iyyah ketika menerapi pasiennya kadang menemui adanya reaksi keras, dari muntah-muntah sampai terjadinya dialog antara peruqyah dengan makhluk yang mendiami tubuh pasiennya.

Kisah-kisah reaksi keras dalam ruqyah sudah sangat banyak dikisahkan oleh beragam peruqyah dari belahan dunia ini, dibawah ini adalah sedikit contoh pengalaman para peruqyah :

A. Syaikh Wahid Abdul Salam Baali, dalam bukunya “Membentengi Diri Melawan Ilmu Hitam” Penerbit Lintas Pustaka Publisher. Halaman 77-81 menjelaskan reaksi keras pembacaan ruqyah pada orang yang semula sadar menjadi tidak sadar sebagai akibat jin yang berada dalam tubuhnya menampakkan eksistensinya karena terbakar dengan bacaan ruqyah syar’iyyah : Beliau menjelaskan “ Setelah membaca ayat-ayat ruqyah di telinganya dengan suara yang kuat, maka akan terjadilah satu dari tiga hal berikut ini.

1. Korban sihir itu akan meraung-raung dan jin yang merasukinya akan berbicara dengan perantaraan si korban…..

2. Sekiranya korban sihir merasakan penderitaan ketika dibaca seperti kepalanya amat pening atau dadanya sesak, tetapi tidak menjerit, maka ulangi membaca ayat tadi sebanyak 3 kali…..

3. Jika korban sihir tidak merasakan penderitaan ketika dibacakan ayat-ayat tadi, maka ajukanlah pertanyaan kepadanya sekiranya terdapat tanda-tanda penderitaan sekali lagi…….” Halaman 126, Syaikh Wahid menjelaskan “ Bacakan ayat-ayat seperti biasanya, jika dia menjerit, teruslah membacakan ayat-ayat itu. Jeritan itu pertanda telah terjadi respon dari jin yang merasuki tubuh wanita”

Syaikh Wahid Abdul Salam Baali juga menjelaskan (dalam buku “Dialog dengan Jin Muslim” yang diterjemahkan oleh Abu Maulana Hakim Al-Ghifari) halaman 81-82 bahwa “Jampi-jampi (ruqyah) ini berpengaruh pada jin sehingga akan mengusir dan menjauhkannya atau menarik dan menghadirkannya. Mengusir dan menjauhkan, yakni mengusir jin dari jasad sebelum dia berbicara (melalui perantara orang yang dimasukinya) sehingga Allah telah menghindarkan anda dari kejahatannya. Menarik dan menghadirkan, yakni mengguncang jin dalam jasad (penderita) dan memaksanya untuk berbicara dengan anda”

Pada berbagai contoh kasus pengobatan yang dilakukan Syaikh Wahid yang telah ditulis dalam bukunya bisa kita lihat bahwa ketika para pasien mendatangi syaikh Wahid dalam keadaan sadar dan terlihat sehat secara fisik. Namun ketika dibacakan baru mereka menjadi tidak sadar seperti menjerit, menangis, berguling-guling sebab jin yang menguasai tubuh pasien terbakar dengan ayat-ayat Ruqyah.

B. Syaikh Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, dalam bukunya “Pengobatan Syar;iyah dari gangguan Jin, Sihir dan Penyakit Jiwa” Penerbit Pustaka Progressif. Halaman 82 mengatakan: “ Setelah dibacakan ayat-ayat ruqyah ini, maka ada tiga kemungkinan yang terjadi:

1. Penderita akan tersungkur (akibat bacaan ruqyah) dan jin yang merasuk ke dalam tubuhnya akan berbicara.
2. Penderita tidak tersungkur, namun terlihat gejala-gejala kerasukan jin.
3. Tidak terjadi sesuatu padanya dan keadaan ini bisa jadi penyakit yang diderita adalah penyakit boasa atau penyakit kejiwaan”.

C. Syaikh Ali Murtadha As-Sayyid, dalam bukunya “Bagaimana Menolak Sihir dan Kesurupan Jin” Penerbit Gema Insani. Halaman 140. Menjelaskan untuk mengetahui apakah ada jin dalam tubuh seseorang (walau zahirnya dia terlihat sadar) adalah dengan cara meruqyahnya. Berikut ini penjelasan Syaikh Ali :”.....Kita akan mulai jawaban tersebut dengan memahami tanda-tanda kesurupan dan kedatangan jin kepada orang yang menderita (setelah diruqyah).

1. Bergetar pada pengujung tubuh.
2. Tanda perubahan pada muka, berbalik mata dan mulut.
3. Kadang-kadang jin berbicara melalui lisan orang yang kesurupan dengan dialek atau bahasa yang berbeda-beda.
4. Kadang-kadang muncul kekuatan yang luar biasa yang berbeda dengan ondisi biasa.
5. Kadang-kadang hanya dengan mengeluarkan air mata atau meletakkan jari-jarinya pada telinga agar tidak mendengarkan Al-Qur’an
6. Kadang-kadang berteriak dengan keras, menyepak dengan kedua tangan dan kakinya. Hal semacam ini tidak perlu ditakuti karena aksi jin dalam badan itu terbatas dengan kekuatan yang ada pada manusia.”

D. Syaikh Ibrahim Abdul Alim, dalam bukunya “Rujukan Lengkap Masalah Jin dan Sihir” Penerbit Pustaka Al-Kautsar. Halaman 155 menceritakan contoh nyata kasus orang yeng terlihat sadar secara fisik namun setelah diruqyah terjadi reaksi keras. Berikut ini Syaikh Ibrahin menceritakan kisahnya: “ Ada seorang gadis yang tiap kali dilamar oleh seorang pemuda, maka dia terkena berbagai penyakit dan menolak pinangan tersebut tanpa sebab yang jelas. Ketika peminang tersebut telah pergi maka perempuan itu pun sehat kembali. Dan ketika keluarganya bertanya kepadanya sebab penolakannya, ia berkata “aku tidak tahu, seolah-olah ada yang mendorongku melakukan hal itu”. Setelah hal ini terjadi berulang-ulang keluarganya curiga akan keadaan ini, lalu mengirimnya padaku. Setelah memeriksa keadaannya jelaslah bagiku ia telah terkena sihir penunda pernikahan. Lalau saya dudukkan dia, dan aku mengucapkan seruan (doa-doa ruqyah) pada telinganya. Beberapa saat kemudian aku temukan badannya bergetar dan sebelum selesai seruan tersebut, jin yang ada didalam tubuhnya berbicara dengan menggunakan lisan wanita tersebut.........”

Syaikh Khil bin Ibrahim Amin dan Syaikh Jamal al-Shawali, dalam bukunya “Sihir dan Pengobatannya” Penerbit Karya Agung Surabaya. Pada halaman 33-35 menjelaskan persiapan sebelum diruqyah untuk orang yang dicurigai memiliki gangguan jin dalam dirinya. Lalu menjelaskan juga tekhnik menghadapi jin yang muncul pada saat dibacakan ayat-ayat ruqyah.

Syaikh Muhammad ash-Shaayim, dalam bukunya “Wawancara dengan Setan” Penerbit Pustaka Hidayah. Syaikh Majdi Muhammad asy-Syahawi, dalam bukunya “Cara Islam Mengobati Sihir dan Gangguan Jin” Penerbit Sahara Publisher. Dr. Ali bin Naafi’ Al-Alyani, dalam bukunya”Ruqyah Obat Guna-guna dan Sihir” Penerbit Darul Falah. Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahl Al-Qohthoni, dalam bukunya “Doa dan Ruqyah” Penerbit Al-Qowam. Ustadz Yuyu Wahyudin Kusnadi, Lc, dalam bukunya “ Rahasia Keagungan Ruqyah Syar’iyyah” Penerbit Alsina Press. M.H.M Hasan Ismail, dalam bukunya “ Ruqyah dalam Shahih Bukhari” Penerbit Aulia Press. Ustadz Yusuf Abdussalam, dalam bukunya “Ruqyah Syar’iyyah” Penerbit Media Insani. Tim Daar Ibnu Al-Atsir, dalam bukunya “Meruqyah Diri Sendiri Sesuai Syar’i” Penerbit Daar An-Naba’. Dalam penjelasan yang termaktub dalam buku-buku karya mereka, menceritakan berbagai contoh kasus dan pengalaman yang dihadapi. Dimana ada para pasien yang sama sekali tidak sadar dirinya telah dirasuki jin TERNYATA setelah diruqyah terbukti adanya jin dalam tubuh mereka karena menunjukkan reaksi yang keras ketika diruqyah.